Thursday, January 22, 2009

Apa itu Plot?

Plot atau alur adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai urutan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi. Dengan demikian, plot merupakan perpaduan unsur-unsur yang membangun cerita sehingga menjadi kerangka utama cerita.

Plot merupakan kerangka dasar yang amat penting. Plot mengatur bagaimana tindakan-tindakan harus berkaitan satu sama lain, bagaimana suatu peristiwa mempunyai hubungan dengan peristiwa lain, serta bagaimana tokoh digambarkan dan berperan dalam peristiwa itu.
Perrine dalam bukunya Literature: Structure, Sound and Sense menjelaskan bahwa “plot is the sequence of incident or events which the story is composed and it may conclude what character says or thinks, as well as what he does, but it leaves out description and analysis and concentrate ordinarily on major happening” (1974:41).
Robert Stanton dalam bukunya An Introduction to Fiction menyatakan “the comflict moves the story because it is generating center out of which the plot grows which becomes the core of the story’s structure. (1965: 16)
William Kenney dalam bukunya How To Analyze Fiction menyatakan “the structure of plots divided into three parts. They are the beginning which consists of the exposition on introduction, the middle which consists of conflict, complication and climax and the end which converses denouement or resolution” (1966:13).
Dalam bentuk sederhana plot dibagi menjadi 3, yaitu:
1. Beginning atau awal cerita
Bagian awal berfungsi sebagai eksposisi yaitu bagian yang memberikan informasi yang diperlukan oleh pembaca agar bisa memahami jalan cerita selanjutnya. Dibagian awal ini biasanya berisi nama tokoh-tokoh, gender, usia, pekerjaan, kondisi sosial, tempat tinggal, dan hal-hal yang menurut penulis penting untuk diketahui oleh pembaca. Pada awal ini biasanya diakhir dengan cerita yang tidak stabil karena cerita yang tidak stabil inilah yang akan memicu kejadian yang akan terjadi berikutnya.
2. Middle atau tengah cerita
Bagian tengah cerita diawali dengan hal-hal yang bisa memicu konflik karena pada bagian tengah cerita ini berupa rangkaian konflik yang intensitasnya semakin tinggi dan mencapai kepuncak dan disebut dengan klimaks sebuah cerita. bagian inilah yang biasanya paling ditunggu oleh pembaca.
3. End atau akhir cerita
Bagian akhir cerita ini berisi penyelesaian atas masalah-masalah yang terjadi dibagian tengah cerita.

Di dalam plot juga terdapat konflik. Konflik yang terjadi disebabkan adanya motivasi dan tindakan serta unsur sebab akibat. Kenney (1966:95) menyatakan ‘motivation as reason why the characters do what they do.’ Sedangkan Gorys Keraf (1982:160-162) menyatakan bahwa ‘dalam sebuah cerita, seorang tokoh dapat mempunyai bermacam-macam motivasi yang mendorongnya melakukan suatu tindakan.’
Penjelasan Potter lebih jelas mengenai konflik adalah
‘the term ‘conflict’ is familiar; it is the result of the oppisition between at least two sides. The conflict may be overt, and violent, or implicit and subdued; it may be visible in action, or it may take place entirely in a character’s mind; it may exist in different levels of meaning; but by definition it is inherent in the concept of plot.’ (1967:25-26)

Tindakan adalah sesuatu yang dilakukan tokoh karena didorong oleh motivasi. Menurut Brooks (1936:7), definisi tindakan adalah
‘The action, then, is the raw material of plot. It is the story behind the story as we find is formed into fiction. The plot is the action as we find it projected, by whatever selection of events and distortion of chronology, into the fiction that we actually confront.’

Menurut Hartoko dalam bukunya yang berjudul Pemandu di Dunia Sastra (1985:48), plot dibedakan menjadi dua jenis:
1. Plot Flash-back (alur campuran)
Tehnik ini digunakan pengarang untuk menampilkan kembali kejadian di masa lalu.
2. Plot Flash-forward (alur maju)
Dalam suatu cerita, teknik ini lebih mudah di pahami pembaca karena cerita yang ditampilkan maju terus ke depan.
Melalui plot pembaca dapat mengikuti urutan cerita lebih mudah. Tatanan plot dalam sebuah cerita yang lebih rinci menurut Mochtar Lubis (1981:17) meliputi:
1. Perkenalan.
Dalam bagian perkenalan berisi mengenai tokoh, konflik, dan latar dari cerita yang dibahas dalam novel.
2. Pemaparan masalah
Bagian dimana cerita mulai berkembang sebelum konflik mencapai puncak.
3. Klimaks
Bagian dimana permasalahan dalam novel mencapai puncaknya.
4. Anti klimaks
Bagian dimana permasalahan dalam cerita mulai ada solusinya.
5. Penyelesaian masalah.
Bagian dimana permasalahan dalam cerita dapat diselesaikan.

Plot mempunyai peranan penting dalam menunjukkan perubahan suatu cerita. Plot yang konsisten dengan cerita atau tidak melompat-lompat akan lebih mudah dimengerti oleh pembaca daripada plot yang melompat-lompat.

9 comments:

  1. great ! thanks a lot ! really helps ! :D

    ReplyDelete
  2. excellent!!! very good explanation guy

    ReplyDelete
  3. thanks ya ilmu plot nya ( twtittet : @abdillahsyukur )

    ReplyDelete
  4. Thanks for your explanation

    ReplyDelete
  5. thanks :) permulaan yang bagus untuk saya :)

    ReplyDelete
  6. that is great...i don't quite understand at first,but after i read it,i understand...:)

    ReplyDelete